Total Tayangan Halaman

Kamis, 28 Agustus 2014

Kenapa jadi curhat?

Kini kulihat kamu dari kejauhan dengan senyum dan tawa yang bukan lagi aku alasan dari tawa itu. Sejak kapan kamu sebahagia itu? Sejak pergi dari aku?. Aku memang bodoh, dulu aku menyia-nyiakanmu, rupanya kamu tidak paham aku punya cara tersendiri untuk menyayangimu. Sayangnya cara yang aku gunakan telah menyakitimu membuat perlahan semua rasamu terhadapku hilang. Aku memang egois hingga saat inipun tetap sangat egois. Aku kehilangan semua kebahagiaanku karna keegoisanku. Pikiranku selalu dapat menguasaiku. Seperti rasaku untukmu jauh bahkan jauh dalam lubuk hatiku terdalam aku masih saja 'stuck' padamu masih sangat menyayangimu, tapi jauh dalam pikiranku aku membenci dirimu membenci atas segala perilakumu yang begitu menyayat hati dan emosiku. Aku lupa bahwa manusia hanya bisa bertahan dengan dua keseimbangan yaitu pikiran dan hati yang beriringan sedangkan aku? Jika menggunakan hati saja maka aku akan selalu dan terus tersakiti dan jika hanya menggunakan pikiran hanya akan ada keegoisan dan semakin rumitnya suasana. Adakah yang tau bagaimana cara menyeimbangkan hati dan pikiran agar tercipta menjadi sejalan? Mungkinkah ini bisa dikatakan antara cinta, benci dan karma? Yang mana yang lebih tepatnya?.



Ade Vionita Pramaysella

Still care

air mata seperti apa lagi yang ingin kau lihat
sikap seperi apa lagi yang ingin kau saksikan
hingga kau yakin bahwa ini semua bukan sandiwara
cara apa lagi yang harus aku gunakan
agar bisa menyadarkanmu
aku disini
aku masih menyanyagimu
bila kau sedih aku siap kau jadikan tempat pelampiasan
bila kau senang aku siap kau tinggalkan
aku hanya menyudahi mempertunjukkan
bahwa aku menyayangimu kamu
aku disini
"still care"
aku hanya menyudahi memperlihatkan bahwa aku peduli padamu
tidakkah kau bisa melihatnya?
sebenci itukah kau atas kesalahanku?
aku disini
"still care"
tapi aku tak inginkan kau kembali.




Ade Vionita Pramaysella