Total Tayangan Halaman

Senin, 10 Maret 2014

Tunggu! Kue Ulang Tahun

Sore itu
Walaupun sebentar
Walaupun sekejap
Aku merasa bahagia
Seperti dalam cerita dongeng yang selalu aku dengar
Princess yang merindukan pangerannya
Bertemu sebentar
Lalu berpisah
Perpisahan yang tak pernah kuinginkan
Aku selalu berharap
Kebahagiaan tadi tidak pernah berakhir
Sore itu tidak pernah berganti
Ingin ku hentikan waktu
Ingin ku katakan
Tunggu!
Aku ingin lebih lama bersamanya
Ingin ku habiskan waktuku bersamanya
Tapi apa daya
Kau bahkan
Sama sekali tidak menginginkan ini terjadi
Tidak menginginkan pertemuan ini terjadi
Kau ingin segera mengakhirinya
Waktupun seakan lebih memihak padamu
Semua berakhir
Aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan
Menatap langkahmu yang semakin membuat jarak
Hingga terakhir kali aku menatap
Kau sama sekali tak menoleh
Dan ku lambaikan tangan
Meski kau tak melihat
Bahkan tak sedikitpun memedulikan


Ade Vionita Pramaysella

Tak Seindah itu

Apa kau tahu
Senyummu seperti bintang sirius
Tawamu seperti musik favoritku
Yang tak pernah bosan aku mainkan
Aku tidak tahu
Bahkan akupun bingung
Ketika melihatmu tertawa
Akupun ingin tertawa
Meski tanpa tahu sebabnya
Aku memiliki kebahagiaan tersendiri
Saat melihatmu
Saat melihat senyummu
Saat mendengar dan melihat tawamu
Aku sangat menyukainya
Benar-benar menghiburku
Aku selalu berharap
Aku selalu bisa menikmati saat seperti itu
Tapi aku sadar
Tidak ada yang dapat bertahan lama
Semua yang dimulai pasti memiliki akhir
Dan kini akhir itu
Tak seindah yang aku harapkan
Tawamu sirna
Diikuti dengan
Suara tangisku yang memekakkan telinga


Ade Vionita Pramaysella

Berbeda Tak Sama

Ditengah keramaian kota
Bulan menyinarkan cahayanya
Cahayanya kali ini berbeda
Aku tak tahu apa sebabnya
Yang kutahu
Dulu bulan bersinar ditemani bintang
Yang sangat terang
Bahkan hingga cahayanya bersinar menyilaukan
Aku terbaring asyik memandanginya
Tapi kini semua telah berubah
Aku tidak suka lagi
Berbaring sambil menatap bulan
Karna, saat kutatap saat ini
Itu hanya menimbulkan
Dan membangkitkan
Luka lama yang selalu
Aku ingin sembuhkan
Namun hingga kini
Luka itu tidak pernah bergerak
Bahkan sepertinya tidak ingin pergi
Seperti telah menemukan tempat nyaman
Di suatu sisi
Tanpa memedulikan
Bahwa yang lainnya merasa terganggu
Akan kehadirannya
Bahkan menginginkan luka itu pergi jauh
Entah kemana
Yang pasti jauh
Seperti jarak antara
Bumi dan Langit



Ade Vionita Pramaysella

Kopi itu

Mata itu
Senyum itu
Tatapan itu
Ucapan itu
Pandangan itu
Dulu kurasa itu membuat
Hatiku tenang
Seperti jatuh saat bermain sky di tengah lebatnya hujan salju
Tapi saat ini
Itu semua seperti Kopi
Yang aku lihat dari kejauhan
Aku tertarik
Namun ketika aku mendekat
Sama sekali tidak menarik
Ketika aku melihatnya
Semua yang ada langsung berubah
Pikiranku seolah terserang Amnesia tiba-tiba
Lalu aku mencoba meminumnya
Dan benar
Kopi itu tidak enak
Seperti kopi yang sudah dibuat berhari-hari yang lalu
Lalu dibiarkan begitu saja
Oleh pembuat dan peminumnya
Kopi itu tidak akan pernah sama lagi
Seperti saat pertama kali dibuat



Ade Vionita Pramaysella

Tertinggal

Langit mendung
Daun kelapa layu
Jalanan sepi
Anginpun juga seperti tak mau terkalahkan
Seakan mereka paham dan tahu
Dan mengikuti apa yang ada dalam benakku
Aku bingung
Kenapa aku masih tertinggal disini
Padahal angin bertiup kencang
Padahal semuanya layu
Tapi aku tetap disini
Menginginkannya bersemi kembali
Dan kini yang kutahu
Itu adalah suatu hal yang mustahil


Ade Vionita Pramaysella